Jumat, 23 Januari 2015

Cerita Jalan-jalan di Dubai

Nah setelah dari Singapura jadilah keberangkatan kami ke Dubai. Saya mulai dari perjalanan kami menggunakan Emirates. Beberapa perbandingan dapat saya ceritakan disini. Pertama adalah on board entertainment. Untuk entertainment layar mini di depan kita bisa langsung dimainkan sebelum terbang jadi selama menunggu take-off tidak terlalu membosankan. Tidak seperti pada pesawat Batik Air dimana on-board entertainmentnya baru bisa diakses setelah mengudara. Film-filmnya juga luar biasa banyak. Kemudian yang paling menarik adalah adanya Air Show yaitu live camera yang dipasang mengarah depan dan bawah pesawat jadi saat mau take off dan landing kita bisa melihat kondisi depan dan bawah layaknya seorang pilot.

Dengan perjalanan selama kurang lebih tujuh jam kita diberikan 1x makan besar dan 1x kudapan coklat. Kalau masih lapar bisa minta semacam Pop Mie (dan saya minta satu hehe). Oh ya selama perjalanan kita juga langsung diberikan selimut dan bantal tanpa harus meminta dan didepan kursi kita langsung tersedia colokan. Jadi kalau baterai handphone habis bisa langsung nyolok disitu seperti di kereta Api di Indonesia.

Suasana di Changi Airports dan di Pesawat Emirates

Pengurusan Visa
Untuk pengurusan Visa cukup mudah. Saya menggunakan jasa  Vfs Global yang ada di Kuningan City. Tiket Emirates dapat digunakan sebagai penjamin Visa ke Dubai. Harga pengurusan Visa pada waktu itu sekitar 900 ribuan tergatung jenis Visanya. Tidak lebih dari 3 hari Visa saya sudah jadi.

Persyaratan Visa Dubai


Koneksi Listrik
Salah satu yang perlu diperhatikan apabila bepergian keluar negeri adalah koneksi listriknya. Di Dubai jelas berbeda dengan di Indonesia. Kalau lihat gambar dibawah di Dubai termasuk Type G. Karena nggak membawa konverter  maka saya terpaksa membeli konverter di Supermarket dengan harga sekitar 25 AED (Arab Emirates Dirhams)/Dhs (Dirhams). Satu dirham sekitar 3400 rupiah dengan Kurs saat ini.




Koneksi Telepon dan Internet
Ada dua operator seluler di Dubai pertama adalah Etisalat dan Du. Supaya bisa telpon-telponan dengan teman saya maka saya beli kartu perdana Du seharga 75 AED. Dengan menunjukkan paspor kartu saya langsung didaftarkan oleh penjualnya dan membeli pulsa seharga 25 AED untuk paket social media unlimited (yang penting bisa Wassapan dan nge-Path).


Wisata
Hari Pertama
Nah kemudian tentang jalan-jalanya hari pertama kita langsung Pantai Jumeira. Di pantai ini banyak sekali restoran-restoran dan ada kue Knafeh yang rasanya manis dan ada keju lengketnya seperti keju Pizza Hut. Rasanya luar biasa enak di musim dingin ini.


Knafeh

Setelah dari Pantai Jumeirah kami langsung ke Dubai Mall, Mall terbesar di dunia. Di sebelah Dubai Mall ini nyambung jadi satu dengan Burj Khalifa. Gedung tertinggi di dunia. Kita dapat naik ke At The Top dengan mambayar 125 - 200 AED.  Di dekat Burj Khalifa ini kita dapat melihat Dancing Fountain yang setiap 15 menit dimainkan dengan lagu yang berbeda-beda. Oh ya selama jalan-jalan saya ditemani dan ditraktir oleh Nurdiansyah Huda teman lama kerja di Siemens dan sekarang menjadi consultant di Etisalat.

Burj Khalifa
Hari Kedua
Hari kedua karena ditinggal istri Seminar dan teman kerja jadilah saya jalan-jalan sendiri ke Dubai Mall menggunakan Metro. Untuk Metro bisa langsung beli yang Silver Card seharga 25 AED/Dhs dengan 6 AED untuk pembelian kartunya dan 19 AED sebagai kredit kartunya.  Kebetulan Hotel kami menginap di Ibis WTC (World Trade Center) dekat dengan Stasiun Metro. Dan dari Stasiun Metro WTC menuju ke Stasiun Metro Dubai Mall hanya berselisih 2 stasiun. Perjalanan bolak-balik Ibis Hotel WTC ke Dubai Mall menghabiskan 6 AED.
Silver Card Metro Dubai
   
Dubai Metro Map



Setelah sampai di Dubai Mall saya jalan-jalan ke toko buku Kinokuya yang sangat besar dan menyempatkan untuk mampir di Kinos Cafe ngelaptop sambil menulis blog Cerita Jalan-jalan di Singapura 

Yang saya senangi adalah harga yang tertera dalam menu adalah harga yang kita bayarkan tidak ada lagi yang namanya Pajak Restoran, PB1 dan lain-lainnya. Saya beli greentea sebesar 25 AED. Kemudian saya kembali ke Hotel untuk bertemu istri karena sudah pulang dan persiapan untuk jalan-jalan malam dengan teman saya Huda.


Cardiac Electrophisiology Seminar - GULF EP LIVE 2 2015


Malamnya saya diajak (dan ditraktir) Huda untuk makan di restoran Libanon. Yang kita pesan ada Mixed Grill Kebab seharga 50 AED, ada ayam panggang harganya juga sekitar 50 AED dan hummus seperti salad tapi agak aneh untuk dioles-oles di Roti Prata.

Dinner di Restoran Libanon


Hari Ketiga
Hari Ketiga saya diajak Huda untuk mengunjungi museum DUBAI dan sholat Jumat di Mesjid Jumeira. Malamnya saya berjalan-jalan dengan Mas Erdi (teman satu Program Pendidikan Dokter Spesialist atau PPDS istri saya) dan juga dengan istri saya ke Ibnu Batuta Mall. Ibnu Batuta Mall adalah Mall yang mengusung tema berbagai negara (China, Mesir, India). Disana Mas Erdi beli banyak sekali oleh-oleh dan saya pun yang kelaparan membeli nasi Briyani (seafood mix) sekitar 33 AED. Ditambah yogurt mangga dan lipton ice tea sekitar 50 AED.

Nasi Briyani

Hari Keempat
Hari Keempat ini adalah hari terakhir kami sebelum kembali ke Jakarta. Sewaktu makan siang saya diajak Huda untuk menikmati Nasi Mandi yang ukurannya sebesar gaban dan porsi lauknya juga sangat besar (ada ayam dan daging) dimakan dengan sambal tomat (yang tidak pedas sama sekali)

Nasi Mandi

Siangnya kami jalan ke Burj Al Arab salah satu Hotel Bintang 7 di Dubai yang menjadi salah satu icon di Dubai selain Burj Khalifa. Kami juga jalan ke Souk atau yang dapat diartikan sebagai pasar. Didalamnya kita bisa mencari berbagai macam oleh-oleh.
Di dalam Souk juga ada Abra yang bisa kita naiki dengan harga 75 AED.

Burj Al Arab

Sore harinya kami kembali ke Airport Dubai. Satu hal yang bisa dipetik disini adalah Dubai adalah tempat bekerja bagi orang-orang dari seluruh dunia. Orang Eropa, Timur Tengah, Asia dan Afrika banyak sekali yang bekerja disini dikarenakan penduduk asli Dubai yang memang sangat sedikit. Untuk menggerakkan perekonomian maka terbukalah bagi orang-orang asing untuk bekerja disini. Tapi memang harus bisa berbahasa Inggris dengan baik dan mempunyai ketrampilan sesuai dengan pekerjaan. banyak sekali orang-orang bertampang melayu yang menjadi pelayan restoran, penjaga toko, hotel dan tukang cukur rambut. Hal ini sebenarnya bisa menjadi opprtunity bagi TKI dan TKW di Indonesia. Bahwa TKI atau TKW tidak harus menjadi pembantu rumah tangga tetapi bisa bekerja di toko dan restoran yang lebih lumayan penghasilannya tetapi memang harus dilatih bahasa Inggris yang bagus dan juga mungkin training tentang Pelayanan dan Customer Satisfaction.

Dubai Airports
 Selamat Jalan-jalan






2 komentar:

Lisa Jeffersom Loan Firm mengatakan...

Halo,
Apakah Anda perlu pinjaman mendesak untuk melunasi utang Anda atau Anda membutuhkan pinjaman untuk meningkatkan bisnis Anda? Jika u ditolak oleh bank dan lembaga keuangan lainnya?
Apakah Anda membutuhkan pinjaman konsolidasi atau hipotek?
datang lagi karena kami di sini untuk membuat semua masalah keuangan Anda sesuatu dari masa lalu. Kami memberikan pinjaman kepada individu yang membutuhkan bantuan keuangan, yang memiliki kredit buruk atau membutuhkan bantuan untuk membayar tagihan, untuk berinvestasi di bisnis di tingkat 2%. Saya ingin menggunakan media ini untuk memberitahu Anda bahwa kami dapat diandalkan dan memberikan penerima bantuan dan akan bersedia untuk menawarkan pinjaman. Jadi hubungi kami hari ini via email: lisajeffersomloanfirm@gmail.com atau lisajeffersomloanfirm@cash4u.com

Aaminah Rahman mengatakan...

Apakah Anda membutuhkan pinjaman mendesak? Apakah Anda membutuhkan jenis pinjaman untuk memulai bisnis? Apakah Anda membutuhkan pinjaman untuk membeli rumah atau mobil? Atau apakah Anda membutuhkan pinjaman untuk membayar tagihan Anda atau untuk mengurus diri sendiri? Jika demikian Anda dapat menghubungi perusahaan kami melalui email == AAminahRahmanloancompany@gmail.com atau melalui telepon- +14249011224 datang dan mendapatkan pinjaman Anda.

salam
Mrs Aaminah Rahman