Jumat, 04 November 2011

Tantangan Enterpreneur Indonesia Mencapai Sustainability Profit


Dibutuhkan Segera Seorang Enterpreneur !

Menurut tulisan metrotvnews.com Indonesia membutuhkan sedikitnya 4,07 juta wirausaha untuk mendukung optimalnya pertumbuhan ekonomi di Tanah Air. Dikatakan satu Negara bisa tumbuh dengan baik perekonomiannya apabila dua persen penduduknya adalah enterpreneur. Setidaknya dibutuhkan 4,07 juta enterpreneur apabila jumlah penduduk Indonesia sekitar 231 juta atau 238 juta versi sementara BPS dengan penduduk usia kerja adalah 169,33 juta dan jumlah wirausaha yang tercatat adalah sebanyak 564.240 unit (0,24 persen dari seluruh penduduk).

Di negara-negara lain enterpreneurship sudah jauh lebih berkembang. Sebagai contoh di Amerika Serikat jumlah wirausaha sudah mencapai 11,5 sampai 12 persen dari seluruh jumlah penduduk, di Singapura 7 persen, China dan Jepang 10 persen, India 7 persen, dan Malaysia 3 persen.
Tercatat juga angka pengangguran sarjana di Indonesia terus merangkak naik di mana pada 2006 sebanyak 375.000 orang, pada 2007 menjadi 400.000 orang, meningkat pada 2008 menjadi 626.000 meski sempat turun pada Agustus 2008, tetapi kembali merangkak naik pada 2009 menjadi 626.621 orang. Sementara pengangguran lulusan diplomasi/akademi sebanyak 486.399. Angka total pengangguran pada 2009 mencapai 8,96 juta.

Selain perbandingan yang tidak seimbang  antara jumlah angkatan kerja dengan lapangan kerja yang tersedia. Angka pengangguran yang masih melambung tinggi tersebut, juga menunjukkan masih rendahnya jiwa entrepreneurship atau wirausaha pada masyarakat kita. Akibatnya, potensi sumber daya alam (SDA) yang melimpah ruah di negeri ini kurang mampu kita olah demi kesejahteraan bangsa dan negara. Ironisnya lagi, kita hanya sebagai penonton saja, dimana kekayaan negeri diolah dan memberikan keuntungan bagi orang asing.  Oleh sebab itu dalam makalah ini dipaparkan bagaimana seorang enterpreneur dapat membangun usaha yang tidak hanya menguntungkan tetapi menguntungkan secara berkelanjutan (sustainability profit).

Jika kita menilik kondisi di masyarakat Indonesia pada saat ini, sebenarnya negara ini memang sedang merindukan munculnya enterpreneur-enterpreneur andalan yang bisa mengubah nasib bangsa secara luas. Hanya terdapat sedikit sekali enterpreneur dari populasi Indonesia yang demikian besar ini. Sementara di sisi lain terdapat kenyataan pahit bahwa lulusan sekolah menegah, diploma, dan sarjana adalah penyumbang 50 persen lebih angka pengangguran di Indonesia.

Berangkat dari kenyataan di atas, calon enterpreneur hendaknya melihat besarnya kebutuhan dan peluang untuk membuka usaha di Indonesia. Di samping potensi penghasilan tak terbatas yang bisa diraih, berikut ini adalah beberapa alasan yang bisa kita tanamkan di benak kita sebagai landasan untuk memulai berwirausaha:
  1. Kemandirian dan kebebasan pribadi dalam menentukan nasib
  2. Membantu percepatan pembangunan dan kemajuan negara secara menyeluruh.
  3. Mengurangi beban negara dalam menyediakan lapangan kerja.
  4. Meminimalisir brain drain sebagai akibat tidak terserapnya sumber daya manusia unggul di dalam negeri sehingga mereka lari ke luar negeri.
  5. Menjembatani ranah ilmiah dan ranah praktik dengan melakukan inovasi.
Definisi Enterpreneur

Menurut O.C Ferrel, Geoffrey A. Hirt dan Linda Ferrell dalam bukunya Business A Changing World. “Enterpreneur didefinisikan sebagai seseorang yang mengorbankan kesejahteraannya, waktunya dan jerih payahnya untuk membangun produk yang memiliki nilai inovasi atau cara untuk mengerjakan sesuatu yang memberikan keuntungan”.

Anggaplah seperti seorang karyawan yang bekerja pada perusahaan semakin banyak pengalamannya maka semakin tinggi dia dibayar karena pengalamannya. Sama seperti seorang enterpreneur pengalaman dalam menjalankan usaha adalah hal yang tidak bisa didapatkan dari bangku kuliah formal ataupun buku-buku. Sehingga harapannya setelah membaca tulisan ini pembaca langsung tergerak untuk langsung melakukan tindakan dan mengevaluasi dari tindakan yang dilakukan.

Mengutip dari tulisan saya sebelumnya di buku berjudul “Technopreneur” terbitan Elexmedia Komputindo, “Jiwa entrepreneur seharusnya dibangun semenjak kuliah atau lebih awal dimana tingkat kelulusan berpendidikan semakin besar tetapi di lain sisi lowongan pekerjaan yang memadai semakin kecil.”

“Pernyataan ekonomi sewaktu bangku SMP dimana ciri dari perusahaan pribadi memiliki tanggung jawab sampai kekayaan pribadi membuat momok negatif bagi jiwa-jiwa entrepreneur muda. Tetapi bagi seorang pengusaha sebuah keuntungan tak terbatas bisa diperoleh. Dan membuka lapangan kerja  adalah yang sebenarnya yang dibutuhkan oleh bangsa ini untuk maju.”

Bahwa seorang enterpreneur membutuhkan kemampuan yang lebih komplek tidak hanya secara teknikal atas bidang usaha yang dijalankan saja yang dibutuhkan tetapi juga kemampuan manajerial. Bahkan kemampuan teknikal dan manajerial belum cukup tetapi seorang enterpreneur juga harus memiliki visi dan misi yang jelas sehingga dapat menggerakkan semangat perusahaan ke visi dan misi tersebut.

Berwirausaha pada dasarnya sekaligus menanamkan semangat kepemimpinan yang berorientasi tindakan. Kewajiban seseorang yang memutuskan untuk menjadi enterpreneur adalah pertama-tama menjadikan dirinya pemimpin. Dengan berbisnis kita diharapkan untuk bisa menerapkan dasar-dasar kepemimpinan yaitu mengeksekusi, mempengaruhi, menjalin hubungan, dan berpikir strategis. Dengan berwirausaha kita sekaligus membina diri kita untuk menjadi seseorang yang bisa terbiasa untuk mewujudkan ide menjadi kenyataan, mencapai prestasi, fokus terhadap tujuan, mengatur, berdisiplin, dan bertanggung jawab.

Kenapa perlu tulisan ini ?

Kenapa perlu tulisan ini? Karena dari setiap 1000 usaha baru di Amerika, 40% diantaranya gagal di tahun pertama. Dari sisanya yang bertahan, 80% gagal sebelum mencapai masa 5 tahun. Walaupun sudah berhasil mencapai 5 tahun, 80% diantaranya gagal sebelum mencapai masa 10 tahun. Hanya 4% yang terus berjalan setelah masa 10 tahun. Di Indonesia gambarannya pun sama, hanya sedikit sekali usaha yang bisa mencapai umur panjang.

Jika kita lihat kenyataan di paragraf sebelumnya tentu akan banyak diantara kita yang menjadi ciut nyalinya untuk mulai melangkah ke dunia usaha. Tunggu dulu, jangan buru-buru menyerah. Mari kita coba mencari jawaban terhadap beberapa pertanyaan berikut ini. Pertama, apakah sebenarnya rahasia perusahaan besar yang mampu melewati masa-masa krisis dan akhirnya bertahan menjadi perusahaan besar? Mengapa banyak usaha yang dimulai dari usaha kecil tetap saja kecil bahkan akhirnya menjadi bangkrut? Jika pada kenyataanya hampir semua perusahaan besar berawal dari perusahaan kecil, apa yang bisa dilakukan oleh perusahaan kecil untuk bisa memaksimalkan semua peluang yang ada?

Dalam makalah ini akan dijelaskan bagaimana seseorang yang memiliki jiwa entrepreneur tidak hanya berhasil terjun ke bidang wirausaha tetapi usahanya memiliki sustainability profit yaitu menghasilkan keuntungan secara terus menerus. Berikut poin-poin yang dititk beratkan agar sebuah usaha menjadi sustainability profit.
  1. Memiliki impian besar
  2. Menciptakan produk dan menggali ceruk pasar
  3. Membangun tim yang handal
  4. Menciptakan keteraturan dengan membangun sistem
Secara garis besar poin-poin diatas dijabarkan dengan diagram dibawah ini :





Memiliki Impian Besar

Kesalahan fatal enterpreneur bisa terjadi sejak dini bahkan sebelum perusahaan itu didirikan.  Enterpreneur umumnya tidak memiliki mimpi agar usahanya menjadi besar. Tapi tidak berarti seorang enterpreneur tidak mempunyai visi atau sama sekali. Hanya kadang kala visinya hanya sejauh mata memandang tidak berorientasi pada masa depan, mengerjakan semua yang menghampirinya dan akhirnya perusahaan menjadi tidak fokus dan bersifat “PALU GADA” atau “Apa Lu Mau, Gua Ada” dimana semestinya sebuah perusahaan harus fokus pada bidang usaha tertentu menguasai pasarnya dan akhirnya berkembang pesat. Disitulah pentingnya mimpi dan visi.  Tanpa visi untuk menjadi besar, cepat atau lambat ceruk yang kita kuasai akan digerogoti oleh pesaing yang selalu siap masuk ke dalam pasar.

Mimpi adalah faktor penggerak alam bawah sadar kita yang sebenarnya lebih mengendalikan perilaku kita secara lebih menyeluruh. Bahasa alam bawah sadar bukanlah bahasa logis melainkan bahasa emosi. Karena itu mimpi bisa membuat kita merasa terpicu, tidak sabar ingin segera mewujudkannya, mati-matian berjuang, dan membakar semangat kita.

Karena mimpi sifatnya vital, bagaimanakah caranya menemukan mimpi yang benar agar visi bangunan imajiner perusahaan kita kelak dapat dibuat dengan benar pula? Beberapa metode yang bisa kita lakukan untuk memiliki mimpi yang benar adalah sebagai berikut:
  • Tuliskan hal-hal yang kita inginkan. Kita bisa membuang semua kekangan terlebih dahulu dan asumsikan bahwa keinginan kita pasti sukses.
  • Gali potensi diri. Membuat daftar pencapaian kita di masa lalu akan membuat kita mampu memetakan kekuatan pribadi kita. Mimpi yang sejalan dengan potensi terbaik kita akan jauh lebih mudah terwujud.
  •  Jika ternyata kita sulit merumuskan keinginan kita sendiri, tuliskan hal-hal yang tidak kita inginkan dalam hidup ini. Berangkat dari hal-hal yang tidak kita inginkan kita bisa membaliknya menjadi sebuah keinginan positif.
  • Semua orang memiliki ketakutan atau keraguan terjadinya kegagalan dalam mencapai mimpi. Ketakutan atau keraguan tersebut dapat di “challenge” dengan cara mencari pembanding. Sebagai contoh misalkan kita ragu bahwa mimpi kita tidak akan berhasil tanpa adanya modal yang cukup besar atau cukup kuat, disini kita bisa mencari pembanding adakah orang yang lain yang berhasil merealisasikan mimpinya tanpa adanya modal yang besar. Tentunya ada dengan lebih memaksimalkan keuletan atau kegigihan.
  • Jangan lupa libatkan emosi positif dalam mimpi kita karena itulah bahan bakar yang membuat mimpi akan terus hidup.


Namun demikian perkara bermimpi juga tidak bisa kita lakukan dengan sembarangan. Mimpi kosong di siang bolong bukanlah mimpinya wirausahawan.  Mimpi kita harus berimbang dan tetap membuat kita sehat secara fisik, mental, finansial, dan spiritual. Ada metode SMART untuk mengukur kelayakan mimpi yaitu:
  • Specific, hendaknya mimpi yang kita miliki sifatnya terperinci. Kita sudah bisa membayangkan dengan jelas berapa laba yang akan kita peroleh atau berapa gerai yang akan kita buka atau bagaimana standar layanan dari perusahaan kita.
  • Measureable, besaran angka yang guna mengukur kesuksesan mimpi kita sebaiknya sudah diperhitungkan sejak dini. Ketika perusahaan sudah menjadi besar kelak, neraca keuangan adalah hal pertama yang akan kita gunakan untuk mengukur kesuksesan usaha kita. Jangan sepelekan laporan laba-rugi perusahaan tiap bulannya. Karena laporan itulah yang menjadi ukuran bahwa perusahaan kita berjalan kearah menguntungkan atau sebaliknya malah merugi.
  • Attainable, guna memastikan mimpi kita dapat dicapai hendaknya kita sudah memikirkan strategi yang jitu sejak awal.
  • Realistic, mimpi yang realistis sifatnya bisa dipecah menjadi rencana harian. Dengan demikian kita selalu akan memiliki rencana aksi untuk dikerjakan dalam beberapa hari ke depan berdasarkan mimpi tersebut.
  • Timely, kita perlu menetapkan tenggat waktu untuk mimpi tersebut, cantumkan tanggal target secara terperinci bila perlu.
Menciptakan Produk dan Menggali Ceruk Pasar

Diandaikan sekurumunan angsa berwarna putih yang sangat banyak dan munculah angsa berwarna hitam dalam kerumunan itu pastinya sangat menarik perhatian. Begitu pula analoginya dengan pasar. Sebuah pasar adalah tempat yang sangat ramai dengan sekerumunan penjual dan pembeli dan pilihan produk yang begitu banyak. Apabila kita muncul di pasar dengan produk yang sudah biasa di pasaran tentunya orang tidak akan menoleh ke produk kita. Seperti seekor angsa putih masuk ke dalam sekerumunan angsa putih pastinya tidak menarik perhatian. Tetapi apabila ada pembeda dalam produk kita pastinya penasaran dan pastinya akan bertanya-tanya dan mencoba produk kita. Oleh sebab itu sangatlah penting bagi seorang enterpreneur untuk menciptakan produk dan menguasai pasar dari produk tersebut.

W. CHAN KIM dan Renee Mauborgne dalam buku karangan mereka yang berjudul “Blue Ocean Strategy” menyatakan bahwa Red Ocean Strategy sudah tidak lagi ampuh untuk menciptakan pertumbuhan dan keuntungan di masa depan. Mereka berdua mengusulkan sebuah strategi baru yang disebut Blue Ocean Strategy. Blue Ocean Strategy, menganggap bahwa bersaing adalah menciptakan ruang pasar yang tidak ada lawannya. Pasar yang sangat luas bagaikan “Lautan Biru”.

W. Chan Kim dan Renee Mauborgne menyatakan bahwa 86% menggunakan Red Ocean Strategy dan hanya 14% yang menggunakan Blue Ocean Strategy. Dari perusahaan yang menggunakan Red Ocean Strategy tersebut memperoleh pendapatan total (omset) 62% dan keuntungan total (laba) 39%, sedangkan perusahaan yang menggunakan Blue Ocean Strategy hanya mendapat omset total 38% tetapi laba totalnya 61%.

Berikut salah satu poin-poin yang harus dimiliki oleh Enterpreneur dalam menciptakan produk bahwa sebuah produk paling tidak memenuhi poin-poin berikut :

  • Apakah memberikan makna terhadap kehidupan manusia atau memperbaiki hal-hal yang salah atau memiliki aspek fungsi.
  • Revolusioner dan inovatif.
  • Jangan melulu mengikuti mainstream.Yang perlu diperhatikan adalah amati pasarnya apabila sudah jenuh jangan sekali-kali mencoba, carilah pasar lain yang benar-benar belum ada pesaingnya apabila perlu ciptakan pasar sendiri.
  •  Untuk produk yang sifatnya business to business atau B2B bisa menggunakan konsep long tail. Dimana produk atau jasa yang tidak dikuasai oleh pemain besar atau perusahaan besar tetapi apabila digarap secara serius dapat memberikan keuntungan yang menjanjikan.
  • Dapat menggunakan konsep DICEE atau singkatan dari Deep (Mendalam), Indulging (Mengasyikkan), Complete,  Elegant, Evocatif (membangkitkan kenangan). Beberapa web jejaring sosial  menggunakan konsep ini sehingga banyak orang betah berlama-lama menggunakan Facebook atau Twitter.


Beberapa orang yang sangat berminat untuk menjadi enterpreneur kesulitan untuk mendapatkan ide untuk menciptakan produk. Produk yang ingin dihasilkan tidak harus benar-benar inovatif bisa juga merupakan pengembangan dari produk lain. Sering kita mendengar istilah ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) yaitu mengamati produk-produk yang sudah ada di pasaran kemudian memodifikasinya dimana hasil akhirnya memiliki daya jual yang lebih tinggi. Tidak semua peniru memiliki kualitas nomer dua sebagai contoh bangsa China dimana awalnya meniru produk-produk Eropa atau Amerika saat ini dapat menciptakan produk yang lebih canggih sebut saja Lenovo atau Huawei. Cara lain untuk menciptakan produk adalah hasil feedback dari customer yang kita tangani. Produk hasil keinginan customer pasti memiliki daya jual karena memang dibutuhkan oleh customer tetapi tidak terpikirkan oleh kita. 


Menciptakan Keteraturan dengan Membangun Sistem

Untuk mencapai sustainability profit diperlukan keteraturan dalam perusahaan. Keteraturan yang diperlukan antara lain :

  1. Keteraturan dalam meng-enabling karyawan. Seperti telah dijelaskan pada bab sebelumnya seorang enterpreneur harus berani untuk mendelegasikan pekerjaannya. Dibutuhkan perubahan mental seorang enterpreneur dari komandan untuk menjadi pelatih. Kemudian lakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk membangun tim yang handal.
  2. Keteraturan dalam pencatatan keuangan. Keluar masuk uang akan sering terjadi dan pencatatan yang teratur dapat digunakan sebagai indikator sehat atau tidaknya sebuah perusahaan. Paling tidak seorang enterpreneur harus mengetahui berapa minimum transaksi yang dibutuhkan agar biaya operasional per tahun tertutupi. Atau berapa minimum penjualan per bulan agar keuntungan atas penjualan selama setahun terpenuhi.
  3. Keteraturan dalam produktivitas waktu. Dengan memetakan aktivitas dalam proses produksi kita dapat memperhitungkan kira-kira berapa lama waktu delivery dari setiap project atau proses produksi dari sebuah produk. Tetapi kebanyakan customer akan meminta waktu delivery lebih pendek dari waktu yang dibutuhkan sehingga seorang enterpreneur harus benar-benar pintar dalam mengatur produktivitas waktu. Sebenarnya setiap proses dapat disederhanakan ke dalam empat poin yaitu :
    • Aktivitas segera dan penting. Sebagai contoh pengiriman barang pesanan dari customer. Apabila tidak segera dilakukan maka customer kecewa dengan produktivitas perusahaan kita.
    • Aktivitas segera dan tidak penting. Sebagai contoh menerima telepon adalah termasuk segera tetapi tidak semua telepon yang masuk adalah penting bagi usaha kita.
    • Aktivitas tidak segera tetapi penting. Aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan dan strategi adalah penting untuk keberlanjutan usaha dan juga penentuan visi dan misi dari perusahaan. Beberapa porsi aktivitas segera dan penting dapat dikurangi dengan perencanaan yang lebih baik. Seperti restoran cepat saji makanan sudah tersedia sehingga pembeli tidak perlu menunggu waktu yang lama untuk mendapatkan makanan pesanannya.
    •  Aktivitas tidak segera dan tidak penting

  1. Keteraturan dalam delivery produk . Yang dimaksud dengan keteraturan disini adalah menjaga kualitas mutu produk, ketepatan waktu dalam delivery, dan juga layanan purna jual yang baik. Berikut adalah beberapa poin untuk menjamin kualitas produk :
    • Memiliki daftar top list komplain. Komplain yang membangun dapat menjaga kualitas produk.
    • Menciptakan standar untuk bahan baku, proses, kapabilitas karyawan dan juga suplier.  


Action


Setelah memulai poin-poin diatas seorang enterpreneur harus berani untuk memulai melakukan aksi dari apa yang telah dipelajari. Seperti telah dibahas sebelumnya bahwa pengalaman adalah hal yang sangat berharga dimana seorang enterpreneur akan ditempa kemampuannya dengan berbekal pengalaman di “sekolah kehidupan.” Seorang enterpreneur yang memiliki perusahaan berumur panjang dan profitable pastilah telah melalui pengalaman berwirausaha yang panjang. Bagaikan sebuah berlian dan sebuah arang dimana keduanya berasal dari unsur yang sama yaitu unsur karbon. Tetapi pembuatan arang melalui proses yang singkat sedangkan pembuatan berlian melalui masa yang sangat panjang. Hasilnya berlian strukturnya sangat kuat dan sering digunakan sebagai mata bor dalam penggalian sumur minyak sedangkan arang strukturnya sangat rapuh dan dapat dihancurkan dengan tangan. Kita tidak ingin perusahaan yang dibangun sangat rapuh bagaikan arang tetapi kuat bagaikan berlian. Oleh sebab itu mulailah dari sekarang, gantungkan mimpi yang tinggi untuk menjadi enterpreneur yang sukses. Indonesia membutuhkan orang-orang seperti Anda.

Daftar Pustaka

1.    Lingga Wardhana dan Nuraksa Makodian, “Technopreneur,” Penerbit Elexmedia Komputindo, Jakarta 2010.
2.    O.C Ferrel, Geoffrey A. Hirt dan Linda Ferrell, ” Business A Changing World,” McGraw-Hill, United States 2009.
3.    Fauzi Rahmanto, “5 Rahasia Besar untuk Sukses Berbisnis UKM,” Talkshow Radio Trijaya FM Bandung.
4.    www.wikipedia.org

1 komentar:

Fatima Saheed mengatakan...

Saya Fatimawati, saya menggunakan waktu ini untuk memperingatkan semua rekan saya INDONESIANS.Who yang telah terjadi di sekitar mencari pinjaman, Anda hanya harus berhati-hati. satu-satunya tempat dan perusahaan yang dapat menawarkan pinjaman Anda adalah QUALITYLOANFIRM. Saya mendapat pinjaman saya dari mereka. Mereka adalah satu-satunya pemberi pinjaman yang sah di internet. Lainnya semua pembohong, saya menghabiskan hampir 32 juta di tangan pemberi pinjaman palsu. Tapi qualityloan memberi saya mimpi saya kembali. Ini adalah alamat email yang sebenarnya mereka: qualityloanfirm@asia.com. Email pribadi saya sendiri: fatimatu.said99@gmail.com. Anda dapat berbicara dengan saya kapan saja Anda inginkan. Terima kasih semua untuk mendengarkan permintaan untuk saran saya. hati-hati